mari sedikit mengutip quotes dari buku famous bersampul hijau itu.. kalau dipikir-pikir, ini dunia yang sibuk, atau batin saya yang sibuk? segala kemonotonan dunia yang dihadapkan kepada kita sejak lahir-sampai meninggal.. segala nikmat dunia yang sementara terpamer nyata di sekeliling kita dan membuat kita berambisi mencapainya... entah untuk menjadi miliuner, superstar, atau priyayi..semacam itulah.. ternyata semua itu membuat kita tergesa-gesa. untuk memperoleh hal yang entah bagaimana bisa memuaskan hati dalam waktu yang tidak lama. karena setelahnya akan berambisi mendapatkan hal yang lebih lagi--sifat dasar manusia, tamak. saya barusan dari pemakaman kerabat dekat. saat jenazah dimasukkan ke dalam liang lahat di bawah teriknya mentari bulan Maret ini.. dan dengan mata yang agak berkaca-kaca serta kabut kesedihan yang mengelilingi, saya termenung kemudian batin saya bergejolak bertanya-tanya kalau memang sejatinya setiap yang bernyawa akan berakhir seperti ini, lantas apa ...
im not special.. so why? adalah sebuah kisah seorang anak yang diekspektasikan untuk menjadi spesial - baik itu oleh orangtua, lingkungan sekolah, pertemanan.... dan pada akhirnya anak itu sendiri yang menuntut dirinya untuk menjadi spesial "n anti kamu les matematika ya, mama ngga mau kamu ngitung kembalian aja susah kaya orang itu" "anaknya tetangga kita si anu udah bisa masak, kamu kapan mau belajar masaknya?" "kamu udah bisa mainin piece apa aja pake biola?" "pertahanin rangking 1 mu ya. lebih susah mempertahankan daripada mendapatkan." dan kalimat kalimat 'penyemangat' lainnya. itu hanya beberapa dari sekian banyak kalimat yang sering kali diucapkan kepada anak itu. tanpa sadar kalimat tersebut memupuk rasa ambisi untuk menjadi yang terbaik. mungkin awalnya berhasil, anak tersebut menjadi pintar matematika, bisa masak, bisa main biola dan tetap menjadi ranking 1 di kelasnya. bagus sekali memang. namun ternyata semua itu bagai peda...
" In the end.. we only regret the chances we didn't take, the relationships we were afraid to have, and the decisions we waited too long to make." - Lewis Carroll, pseudonym of Charles Lutwidge Dodgson, (born January 27, 1832, Daresbury, Cheshire, England—died January 14, 1898, Guildford, Surrey), English logician, mathematician, photographer, and novelist, especially remembered for Alice's Adventures in Wonderland (1865)
Aminnnnn, semoga aku juga bisa kesana, bayangin aja dulu wkwkwk
ReplyDeleteAAAMIIINNN.
Deleteseenggaknya dengan punya beberapa goals dalam hidup bikin kita lebih bersemangat hehehehe